Monday, March 20, 2006

Hitam

Hitam

Aku musnah
Aku bagai debu
Aku terombang ambing
Melayang ditiup angin

Aku rapuh
Aku sendirian
Penuh kehampaan
Di tengah kebisingan

Mendung datang
Langit menghitam
Menutupi pelupuk mata
Menjemput sesak, raga yang lelah

Selubuk hati yang luruh
Hitam... kelam... hilang...
Yang tertinggal hanyalah kesunyian
Merebak rengkah masa yang bergiliran

Fatamorgana, apakah itu?
Mencoba berbicara dengan tuhan

Robb, akankah secercah cahaya datang?
Menerangi luruh hati yang kelam

Robb, jadikan bait tilawah
Sebagai penenang jiwa yang resah

Robb, pancarkan sinar religi
Kedalam qolbu yang kehausan

Robb, lindung nurani
Jaga naluri

Robb, bimbing perisai hati
Mencari jalan untuk kembali



Pagi dingin, yang tersesat
Setiap jiwa pernah bersalah
(untuk keluarga tercinta :
Bunda, maafkan nanda yang belum bisa menjadi anak yang baik dimatamu)

No comments: