Sunday, February 04, 2007

Umar bin abdul Aziz, Sang Pemimpin Sejati

Suatu malam, Umar bin Abdul Aziz yang sedang lembur didatangi anaknya yang ingin membicarakan sesuatu. Umar bertanya, "Apa yang ingin kamu bicarakan? masalah negara (pemerintah) atau masalah pribadi (keluarga)? " Sang anak pun menjawab, "Ini masalah keluarga, ayah". Seketika itu pula lampu dipadamkan dan Umar bin Abdul Aziz mengambil lampu tempel.

Sang anak bertanya kembali "Kenapa lampunya diganti, Ayah, bukankah lampu tadi cukup terang?" Dengan tersenyum Umar menjawab, "Anakku, jika yang dibicarakan masalah keluarga, lampu inilah yang kita punya, karena lampu tadi milik negara dan minyaknya dibiayai oleh negara yang juga uang rakyat. Kalau ayah menggunakan lampu milik negara, berarti ayah sudah menzalimi rakyat. Ayah takut dan malu kepada Allah, karena Allah pasti tahu perbuatan kita"



Menanti pemimpin bangsa sejati


Friday, January 19, 2007

Ketika Pagi Menyapa (lagi, Alhamdulillah ...)

Pagi itu...
dzikr alam belumlah usai
pagi masih menyapa gelak dunia
riuh suara kehidupan berganti-gantian
berlomba-lomba mengais lembaran cerita
hati pun bersenandung syukur atas nikmatNya
dan menyapa... "Selamat Pagi Dunia"

Pagi ini...
rona lembut mentari membelai perlahan
sepoi angin berhembus dan gemericik air berirama
semerbak wangi bunga terbawa angin
kicau burung bersahutan
berlomba-lomba... beradu ceria...
dan diri pun menyapa... "Selamat Pagi Bunga"

Dan pagi esok...
semoga deru nafas masih berada
masih terjaga...
dalam damai genggaman-Nya


Semoga Pagi Esok kan masih ada...
Senyum untuk bunga-bunga di taman rumah

Monday, January 08, 2007

Hikmah Mimpi Baik Sang Imam

Imam Hasan Al Bana menuturkan dalam memoarnya, "Dengan karunia-Nya, Allah menenangkan jiwa hamba. Dan apabila Ia menghendaki sesuatu, maka Ia menyiapkan segala faktor penunjangnya."

"Saya masih ingat suatu malam menjelang ujian Nahwu dan Sharaf (tata bahasa arab) untuk memasuki darul ulum. Saya mimpi menumpang sampan bersama sebagian ulama mulia.

"Seorang dari mereka berkata kepadaku, dimana buku Syarah Alfiah Ibnu 'Aqil?"

Saya menjawab "Ini."

Ia berkata, "Mari kita pelajari sebagian temanya. Bacalah halaman sekian dan sekian."

Saya pun membaca tema-tema yang ada di lembaran tersebut.

Pagi harinya, pertanyaan-pertanyaan yang keluar dalam ujian hampir semuanya sama dengan tema-tema yang saya baca dalam mimpi semalam. Ini merupakan kemudahan yang diberikan Allah.

Mimpi baik adalah kabar gembira yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya di dunia. Segala puji bagi Allah SWT.



Yang mencoba memaknai hikmah dari segala mimpi baik...

Tuesday, January 02, 2007

Hikmah di balik Segelas Air

Ibnu Abi Al Dunya meriwayatkan dari sanad yang berasal dari Abdullah ibnu umar bahwa dia pernah meminum air dingin. Setelah minum, tiba-tiba ia menangis tersedu-sedu. Lantas dia bertanya, "Apa yang membuat anda menangis?" Dia menjawab, "Aku teringat dengan firman Allah

"Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini." (Q.S Saba 34:54)


Dari Salam Ibnu Abu Muthi', dia berkata "Aku memberi Al Hasan segelas air untuk berbuka puasa. Ketika ia akan meminum air tersebut. Tiba-tiba ia menangis sambil berkata, "Aku mengingat rintihan penghuni neraka yang disebutkan dalam firman Allah ta 'ala "Dan penghuni neraka menyeru kepada penghuni syurga, 'limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.' "Dan aku juga teringat atas jawaban yang diberikan kepada mereka, 'mereka penghuni surga menjawab',

"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir." (Q.S Al A'raaf 7:50)


Dari abdul malikIbnu Marwan, bahwa ia meminum air dingin lantas menangis. Ketika ditanya apa yang membuat ia menangis tanpa alasan yang jelas. Dia menjawab, "Aku ingat betapa hausnya penghuni neraka pada hari kiamat nanti. Aku juga teringat bahwa di dalam neraka tidak ada sama sekali minuman yang segar." Kemudian ia membaca ayat berikut.

"Diminumnya air nanah itu dan hampir ia tak bisa menelannya." (Q.S Ibrahim 14:17)


Sekedar perenungan di awal tahun 2007

Saturday, December 23, 2006

Golongan yang ditakuti iblis dan didekati iblis

Diceritakan dari Wahab Bin Munabbih bahwasanya ia berkata, Allah Ta 'Ala memperintahkan iblis mendatangi Nabi Muhammad saw dan menjawab apa yang beliau tanyakan, kemudian iblis itu datang dengan menyerupai orang tua yang bertongkat, lalu terjadilah dialog antara iblis dan Nabi Muhammad.

Nabi saw bertanya kepada iblis mengapa ia datang. Iblis mengatakan bahwa Allah memerintahkannya untuk mendatangi beliau. Lalu nabi saw bertanya "Wahai makhluk terkutuk, ada berapa kelompok musuh-musuhmu?" lalu iblis menjawab, Ada 15 kelompok, Berikut golongan yang ditakuti iblis.

1. Nabi Muhammad saw,
2. Pemimpin yang adil,
3. Orang kaya yang rendah hati,
4. Pedagang yang jujur,
5. Orang pandai yang alim yang tenang pembawaannya,
6. Orang mukmin yang suka memberi nasihat,
7. Orang mukmin yang murah hati,
8. Orang yang bertaubat yang tetap pada taubatnya itu,
9. Orang yang benar-benar menjaga diri dari yang haram,
10. Orang mukmin yang senantiasa dalam keadaan suci,
11. Orang mukmin yang banyak sedekah,
12. Orang mukmin yang berbaik budi kepada sesama manusia,
13. Orang mukmin yang banyak bermanfaat bagi sesama manusia,
14. Orang yang pandai Al Qur'an dan selalu membacanya,
15. Orang yang biasa mengerjakan sholat di waktu malam saat orang lain sedang tertidur.

Kemudian Nabi saw bertanya "Siapakah teman-temanmu dari umatku?". iblis pun menjawab bahwa ada sepuluh golongan.

1. Penguasa yang zalim,
2. Orang kaya yang sombong,
3. Pedagang yang curang,
4. Orang yang meminum minuman keras,
5. Orang yang suka menyebarkan fitnah,
6. Orang yang berbuat zina,
7. Orang yang memakan harta anak yatim,
8. Orang yang meremehkan sholat,
9. Orang yang tidak mengeluarkan zakat,
10. Orang yang panjang angan-angan.

Begitulah percakapan antara Nabi Muhmmad saw dan iblis.

Semoga umat muslim di indonesia semakin taat pada Allah dan berusaha untuk tidak termasuk pada golongan teman-teman/pengikut iblis. Amiin


Tuesday, December 05, 2006

Sujudku III

Ketika rindu menyapa
Heningnya waktu,
Mengantar jiwa luruh tersujud
Melebur kesunyian dalam detik-detik waktu
Merunduk terdiam
Menyapa rindu…

Ya Robb…
Luruhku dalam sujud
Memohon mengharap
Mencoba mengais hikmah
Dari tiap lembaran kisah

Ya Robb…
Ingatku akan limpahan rahmat-Mu
Ketika hati dan jiwa bersenyawa
Tak mampu menghitung setiap nikmat-Mu
Harapku ampunan dan maaf-Mu

Ya Robb…
Luruhku melepas sejenak sesak
Mengistirahatkan ruh dalam jasad
Bercerita tentang setiap helaian sajadah
Yang melalui tiap-tiap waktu

Tentang kerinduan…
Yang mengajarkan diri dan hati
Menjadi muslim sejati
Dengan tasbih ia tenang
Dengan takbir ia tenteram

Dengan sholawat ia berurai…
Menghantar alunan rindu pada kekasih-Mu
Di kala jasad laksana tanpa ruh
Tak hidup tak mati,

namun tetap tersenyum memandang hari

Dalam setiap lembaran sujud
ia menyapa rindu...
Kerinduan pada-Mu ya Robb
Kerinduan pada kekasih-Mu
Tentang pertemuan dengan-Mu

Hingga mengalirlah keberkahan dalam diri

Sholallahu robbuna ala nuri mubbin
Ahmada Mustafa sayidina mursalin
Wa ala alihi washobihi ajmain
Sholallahu robbuna ala nuri mubbin

Allahumma sholi ala Muhammad
Ya nabi sholi alaihi wasalim
Ya rosulullah ya habiballah
Terimalah kami sebagai umatmu
Kuniakanlah syafaatmu

Saturday, November 18, 2006

Dalam Keterpurukan Bangsaku

Berita pagi ini...
Bangsaku kembali terluka,
belum jua sembuh luka lama,
kini luka lain kembali menyeruak

berita pagi ini, pagi lalu, dan mungkin juga pagi-pagi yang akan datang,
isinya masih tetap sama
tentang luka-luka yang belum jua pulih,
tentang luka-luka yang kian bertambah dengan luka-luka lainnya

Para pemimpin bangsa,
mungkin sudah terlalu lelah,
atau bahkan mungkin sudah mati rasa,
dan mungkin juga malah putus asa

Ya... musibah berkepanjangan silih berganti datang
dari sabang sampai merauke, semua turut merasakan
tsunami, gempa, angin topan, kebakaran hutan, lumpur, banjir
dll, etc, dsb....

Begitu cintanya Allah pada bangsa ini
hingga teguran demi teguran datang tak henti
Namun ternyata para pemimpin-pemimpin bangsa masih belum menyadari
Ketika seorang penjahat perang
Ketika seorang terorist dunia
Ketika seorang penghisap darah umat Islam hendak datang
kemudian di sambut bak raja penuh kejayaan
MasyaAllah...
Ada apa ini...?!?

Dana habis dikeluarkan sampai milyaran
Kebun raya dengan keanekaragaman hayati siap dikorbankan
Apakah para pemimpin bangsa tidak menyadari...?
Atau mungkin sengaja membutakan mata, menulikan telinga, dan hati nurani...?

Lupakah para pemimpin bangsa akan janji-janji mereka?!?
Lupakah para pemimpin bangsa dengan sumpah ketika menuju singasana bangsa?!?
Seakan-akan tidak melihat lagi kondisi bangsa di negeri ini...
Luka bangsaku, luka ulama, luma umat Islam dunia...

Di sana-sini... rakyat berteriak
Ini masalah kemenangan,
Di saat Iman hanya jadi pajangan di lorong-lorong pameran
Ini masalah kemerdekaan,
Di saat keadilan hanya dijadikan tameng kekuasaan
Ini masalah kebebasan,
disaat satu nada bagai suara tak bergema
Ini masalah kebahagiaan,
Disaat kesejahteraan hanya tinggal janji-janji palsu belaka

Pemimpin-pemimpin yang dzolim,
lahir dari masyarakat yang dominan lalim
Pemimpin-pemimpin yang bakhil,
Lahir dari masyarakat yang dominan jahil
Pemimpin-pemimpin yang rusak,
Lahir dari masyarakat yang dominan rusak akhlak

Pemimpin-pemimpin yang bersih,
Lahir dari masyarakat yang bersih hati
Pemimpin-pemimpin yang adil,
Lahir dari masyarakat yang beriman kepada Allah
Pemimpin-pemimpin yang cinta,
Lahir dari masyarakat yang cinta kepada Robbnya

Pemimpin-pemimpin yang beriman,
Adalah pemimpin yang hanya takut kepada Robbnya
Adalah pemimpin-pemimpin yang hanya taat kepada Robbnya
Bukan menghamba pada manusia
Bukan pada sosok yang hina dina
Dengan tangan berlumuran darah

Lantas,
dimanakah pemimpin bangsa dan masyarakatnya berada?



Refleksi penyambutan sang penghisap darah umat Islam
Disaat menjadi saksi karamnya bahtera bangsaku
Pak Sby-Yk dkk, semoga kalian dan bangsa yang kalian pimpin diampuni Allah...
Umat ISLAM menanti pemimpin sejati







Wednesday, November 01, 2006

Kesempurnaan Nikmat Allah

Allah menciptakan matahari dengan sinarnya. Pagi datang dengan segudang berkah. Kita meraih kesehatan dengan tersenyum ketika bangun di pagi hari, seraya melafadzkan hamdallah dan berhusnudzon pada-Nya agar dalam menjalani hari, kita mendapatkan nikmat dan keberkahan atas setiap detik dan helaan nafas yang diberikan Allah.

Ketika di awal hari kita memulai hidup dengan dzikir dan sujud dipertigaan malam-Nya seraya bermunajat memohon rahmat dan kebaikan. Tiada yang disukai hamba-hamba Allah yang beriman selain introspeksi memperbaiki diri dan muhasabah merupakan spirit bagi orang-orang beriman. Dan tiada lain yang paling disukai Allah selain suara-suara hati hamba-Nya yang bangun dipertengahan malam memohon ampunan dan berdo’a pada-Nya.

Allah perintahkan kita untuk menunaikan sholat fardhu 5 waktu. Allah tentukan waktunya masing-masing dengan fadhilah-fadhilahnya (Keutamaan). Allah tetapkan peraturan yang rapi dan sempurna agar kita menjadi hamba-Nya yang disiplin dan teratur memanajemen diri. Sungguh tidak ada sesuatu peraturan yang Allah ciptakan dengan sia-sia dan tanpa perhitungan, dan sesungguhnya perhitungan Allah amatlah cepat.

Fajar menjelang, Allah memerintahkan kita menunaikan sholat shubuh dengan sebelumnya disunnahkan bagi kita menunaikan sholat tahajud. Shubuh adalah awalnya kehidupan, awal waktu dimulainya aktivitas dan rutinitas pada hari itu. Shubuh menyimpan banyak rahasia dan berkah. Shubuh waktu memohon keberkahan untuk menjalani hari itu dan Allah pun telah menjanjikan rizki bagi orang yang bangun meminta pada-Nya di pagi hari. Padanya Allah titipkan waktu Dhuha, agar kita memperoleh kemudahan dalam rizki dan shodaqoh di hari itu.

Ketika Ikhlas Ikhwah Bersinergi Dalam Dakwah II

Seorang ikhwah, sejatinya juga seorang manusia biasa. Hidup diantara hiruk pikuk manusia dengan berbagai macam sifat, karakter, dan tingkah polah. Ikhwah pun juga terdiri dari manusia dengan berbagai macam karakter pula. Umumnya, bagi ikhwah yang perjalanan proses tarbiyahnya baik, mereka tetap bisa menjalankan tugas mulianya sebagai seorang kholifah fil ard. Menjalankan amanah suci dienullah Islam yang mulia nan sempurna. Mengemban amanah sebagai pilar-pilar kebangkitan Islam dalam konsep menyampaikan apa yang telah diperintahkan dan dilarang Allah atau lebih dikenal dengan ”dakwah” dengan konsep tarbiyah rosulullah. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan generasi muda muslim penerus risalah Rosul dari makar kaum kafirin yang hendak menjauhkan generasi muda Islam dari norma-norma Islam yang telah tercantum dalam Al Quran dan hadits, menjaga kesucian dan keaslian Al Qur’an, dan menjaga peninggalan sejarah peradaban Islam. Itulah tugas ikhwah, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dengan prinsip fastakbikhul khoiroh, saling berlomba-lomba dalam kebaikan dengan beramal jama’i, karena sejatinya kemenangan hanya bisa diraih bila ikhwah bekerja bersama-sama.

Hingga Kemenangan Itu Dapat Teraih
”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Tuhan-nya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS Al Kahfi 28)

Istiqomah, adalah satu kata kunci pergerakkan ikhwah di jalan dakwah. Istiqomah pulahlah yang akan menunjukkan kekuatan dan ketahanan seorang ikhwah dalam mengemban amanah dakwah di bumiNya, medan perang para mujahid hingga Islam berkumandang diseluruh penjuru bumi. Dengan istiqomah, kemudian terseleksilah orang-orang yang taqwa.

Istiqomah harus dipandang dari berbagai aspek. Sejatinya istiqomah bermakana kokoh dan tsabat dalam perjuangan, jiddiyah, bersungguh-sungguh memperjuangankan dienullah. Istiqomah hendaklah dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan disertai dengan penanaman akhlaq dan akidah yang benar pada seorang ikhwah. Hal ini tentunya harus mendapat pengawasan yang kontinyu oleh seorang pembimbing murobbi atau murobbiyah selain pengawasan utama yang berasal dari Allah tentunya.

Ketika rosulullah masih hidup, rosulullah saw mentarbiyahi para sahabatnya sekaligus menjadi murobbi bagi para sahabat dan pengikut-pengikut setianya. Rosulullah pun mengajarkan konsep istiqomah pada para sahabat dan pengikutnya. Rosulullah menanamkan prinsip istimroriyah dalam memberikan pemahaman nilai-nilai Islam kepada para sahabatnya dengan sabar dan istiqomah. Rosulullah pulalah yang menjadi energi, spirit, dan inspirasi bagi para sahabatnya dan orang-orang sholih hingga saat ini. Maka seorang ikhwah yang jiddiyah haruslah ittiba’ (mengikuti) pola hidup rosulullah dengan mengamalkan sunnah beliau dan meniru metode dakwah beliau

Seorang ikhwah hendaklah memiliki kepribadian yang tangguh agar ia mampu mengusung kemenangan, dan kepribadian tersebut juga harus dibarengi dengan keshalihan pribadi dan akhlaq mulia. Hal ini hanya dapat teraih bila sang pejuang istiqomah memegang teguh nilai-nilai agama, dan hendaklah ia istiqomah dalam hidayah, istiqomah dalam keimanan dan ketakwaan, istiqomah dalam keikhlasan, istiqomah dalam beribadah, istiqomah dalam jihad fi sabilillah, dan istiqomah dalam kesabaran. Istiqomah harus juga dibarengi dengan kedisiplinan serta tanggung jawab yang besar kepada Allah. Dengan hal ini, insyaAllah kita bisa meraih kemenangan tersebut. Seperti yang telah dijanjikan Allah Rosul dan umatnya dalam Al Qur’an surat Ash Shaffat : 171-173.

”Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rosul. (Yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang”

Pelayan Yang Setia
Jika seorang ikhwah mengemban sebuah amanah dakwah, ia akan berusaha memegang amanah tersebut sebaik mungkin, menjalankan tugas-tugasnya dan menjaga adab dalam jamaah. Ini tak terlepas dari kontrol tarbiyahnya. Bila ia tertarbiyah dengan baik, maka ia bisa mengemban amanah dengan baik diberbagai lini kehidupan. Layaknya sebuah gelas yang di isi air terus menerus, maka semakin banyak gelas tersebut diisi, maka air akan memenuhi gelas dan kemudian siap untuk membaginya kepada yang lain meskipun sejatinya dalam hakikat ilmu, hati dan otak manusia tidak akan pernah merasa terisi penuh dengan ilmu namun selalu merasa kurang, tetapi ia memahami bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain, maka meskipun gelas hati dan fikrinya belum terisi penuh, ia sudah siap membaginya dengan yang lain sembari tetap mengisi, memperbaiki dan menjaganya. Ia begitu memahami hakikat dirinya sebagai agen perubahan bagi kemaslahatan umat. Bukan agen suatu lembaga atau negara, namun agen Allah, sekumpulan manusia yang berusaha menjadi pasukan dan pelayan setia-Nya. Semakin baik pemahaman seorang ikhwah, maka semakin baik pula kerja dakwahnya.

Ia mampu mensinergikan cinta, kelembutan akhlaq, kekuatan ruhiyah, hati, jasad, dan fikri secara tawazun (seimbang) dalam menjalankan amanah dakwah yang berada di pundaknya baik sendiri maupun bersama-sama/berjamaah. Ia yakin Allah melihatnya, bersamanya setiap saat, dan melindunginya selama ia berada di jalan Allah. karena ia tau, Allah tidak hanya melihat bagaimana hasil kerjanya, namun juga menilai proses perjuangannya.

Allah adalah tujuannya, Al Qur’an kitabnya
Rosulullah saw qudwah hasanahnya
Jihad fi sabilillah adalah langkah hidupnya
Gugur dengan syahid adalah cita-citanya

Fastakbikhul khoirroh adalah prinsip hidupnya
Keikhlasan menjadi penopang jalannya
Amal menjadi tumpuannya
Pahala adalah imbalan yang dinantinya

3 syawal 1427 H
Robbku senantiasa bersamaku, Allahu Robbul’alamin
Robb, perkenankanlah hamba menjadi bagian orang-orang yang beruntung, berkumpul bersama-sama para nabi dan kaum yang sholih, senantiasa mengingat2Mu, Cinta kepadaMu dan terus istiqomah di jalanMu hingga akhir hayatku. Amiin...
Ketika sendiri di tinggal mudik ditemani teman sejati, Al Qur’an , in Baiti Jannati Rumahku Syurgaku ^_^
Arsip karya pribadi 28 Juli 2006, hanya milik Allah
Tulislah apa yang ada dalam fikiranmu, kamu akan meyibak tabir dan membuka cakrawala dunia ilmu
For my Brother, thank you banget ^_^

Saturday, October 21, 2006

Selamat Hari Raya Idul Fithri, saudaraku ^_^












Indahnya Islam saling berkasih sayang
Tak mengenal kasta, bangsa, dan warna kulit
Hidayah itu datang

Indahnya Islam syamil nan sempurna
Lembut penuh makna
Sejuk dan menentramkan


Taqobalallahu Minna Wa Minkum
Selamat Hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1427 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin