Monday, October 02, 2006

Cahaya Di Atas Cinta

Ada cinta putih di taman ilmu...
Kuncupnya baru tumbuh, dan merekah syahdu
Tersirami embun pagi nan lembut menyentuh
Kan ku jaga semampuku, hingga kuncup mekar
Mengharumi taman-taman ilmu
-----

Hatiku berdegup kencang saat pertama kali bertemu. Melihat wajah-wajah itu. Membayangkan kami akan sering bertemu dan berbagi. Ku tatap lekat-lekat wajah lembut, polos, dan lugu. Wajah-wajah penuh makna, sarat dengan kehalusan jiwa dan kecintaan terhadap Robbnya.

Merekalah bunga-bunga indah nan merekah. Merekalah mujahidah-mujahidah tarbiyah penerus perjuangan dakwah para nabi. Mereka anashirut taghyir, yang akan menjadi pejuang - pejuang setia-Nya. Mereka... mujahidah sholihah pertama di taman tarbawiyahku.

Pertemuan demi pertemuan pun berlanjut. Semakin intens setiap minggu. Menjadikan kami kian akrab dan rindu untuk bertemu. Bila waktu pertemuan itu tiba, mereka selalu menyambut dengan hangat dan bersemangat. Belum jua aku sampai di rumah Allah tempat kami mengkaji kalam-Nya, mereka telah menyambut dari jauh dengan senyum merekah bahagia, bahkan ada pula yang berteriak memanggil namaku kemudian berlari menghambur ke dekapanku.

Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun menjadi penghias tiap pertemuan kami. Kehangatan ukhuwah dan cinta karena Allah terasa sangat dalam dan sarat makna. Sulit di devinisikan dengan kata-kata, namun cukup terasa indah di hati. Ya... cinta karena Allah, Rosul, dan jihad di jalan-Nya.

Banyak hal dan pengalaman indah kami hadapi bersama. Mulai dari mengkaji ilmu-ilmu suci Islam dan sejarah para nabi. Sampai pada praktik langsung dari materi teori, games-games unik dan menyemangati, rihlah, berbagi dengan yang kurang mampu, dan kuatnya ukhuwah yang menyentuh relung-relung qolbu. Begitu banyak pengalaman indah, hingga tak bisa diurai satu persatu. Semua tersimpan dalam hati dan memori kami.

Mereka mengajariku banyak hal dan memberi berbagai pengalaman baru. Pengalaman saling berbagi. Sehingga senantiasa memotivasiku untuk menambah ilmu dan membaginya tanpa syarat apapun, yaitu sebentuk cinta yang tulus dikarenakan Allah semata dan berlandaskan ikatan aqidah. Cinta setelah cinta yang utama, cinta kepada Allah, rosul, dan jihad di jalan-Nya. Yaitu cinta kepada sesama mukmin. Cinta yang mampu memompa semangat tuk terus berjuang meraih mardhotillah.

Ya... karena mereka adalah gelas cantik pertamaku. Gelas hati, tempatku berbagi dan menuangkan ilmu yang ku peroleh dari proses tarbiyahku. Mereka yang memberi berjuta pengalaman indah dan bermakna. Merekalah madrasah tarbiyahku, setelah liqo'at tarbawiku. Merekalah bunga-bunga sholihah di taman tarbawiyah yang menjadi inspirasi baru untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tak terasa kebersamaan kami telah menginjak usia lebih dari satu tahun. Ada yang datang, dan ada yang pergi. Sebagai petunjuk Allah memilih siapa saja yang Ia kehendaki untuk terus istiqomah di jalan-Nya.


Setahun lebih bersama Pasukan Shubuh
Palembang, tanah mujahadah tarbawiyahku
Allah Sumber Kekuatan dan Inspirasi
Allah Sumber Energi dan Cinta

No comments: