Wednesday, November 01, 2006

Kesempurnaan Nikmat Allah

Allah menciptakan matahari dengan sinarnya. Pagi datang dengan segudang berkah. Kita meraih kesehatan dengan tersenyum ketika bangun di pagi hari, seraya melafadzkan hamdallah dan berhusnudzon pada-Nya agar dalam menjalani hari, kita mendapatkan nikmat dan keberkahan atas setiap detik dan helaan nafas yang diberikan Allah.

Ketika di awal hari kita memulai hidup dengan dzikir dan sujud dipertigaan malam-Nya seraya bermunajat memohon rahmat dan kebaikan. Tiada yang disukai hamba-hamba Allah yang beriman selain introspeksi memperbaiki diri dan muhasabah merupakan spirit bagi orang-orang beriman. Dan tiada lain yang paling disukai Allah selain suara-suara hati hamba-Nya yang bangun dipertengahan malam memohon ampunan dan berdo’a pada-Nya.

Allah perintahkan kita untuk menunaikan sholat fardhu 5 waktu. Allah tentukan waktunya masing-masing dengan fadhilah-fadhilahnya (Keutamaan). Allah tetapkan peraturan yang rapi dan sempurna agar kita menjadi hamba-Nya yang disiplin dan teratur memanajemen diri. Sungguh tidak ada sesuatu peraturan yang Allah ciptakan dengan sia-sia dan tanpa perhitungan, dan sesungguhnya perhitungan Allah amatlah cepat.

Fajar menjelang, Allah memerintahkan kita menunaikan sholat shubuh dengan sebelumnya disunnahkan bagi kita menunaikan sholat tahajud. Shubuh adalah awalnya kehidupan, awal waktu dimulainya aktivitas dan rutinitas pada hari itu. Shubuh menyimpan banyak rahasia dan berkah. Shubuh waktu memohon keberkahan untuk menjalani hari itu dan Allah pun telah menjanjikan rizki bagi orang yang bangun meminta pada-Nya di pagi hari. Padanya Allah titipkan waktu Dhuha, agar kita memperoleh kemudahan dalam rizki dan shodaqoh di hari itu.

Ketika Ikhlas Ikhwah Bersinergi Dalam Dakwah II

Seorang ikhwah, sejatinya juga seorang manusia biasa. Hidup diantara hiruk pikuk manusia dengan berbagai macam sifat, karakter, dan tingkah polah. Ikhwah pun juga terdiri dari manusia dengan berbagai macam karakter pula. Umumnya, bagi ikhwah yang perjalanan proses tarbiyahnya baik, mereka tetap bisa menjalankan tugas mulianya sebagai seorang kholifah fil ard. Menjalankan amanah suci dienullah Islam yang mulia nan sempurna. Mengemban amanah sebagai pilar-pilar kebangkitan Islam dalam konsep menyampaikan apa yang telah diperintahkan dan dilarang Allah atau lebih dikenal dengan ”dakwah” dengan konsep tarbiyah rosulullah. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan generasi muda muslim penerus risalah Rosul dari makar kaum kafirin yang hendak menjauhkan generasi muda Islam dari norma-norma Islam yang telah tercantum dalam Al Quran dan hadits, menjaga kesucian dan keaslian Al Qur’an, dan menjaga peninggalan sejarah peradaban Islam. Itulah tugas ikhwah, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dengan prinsip fastakbikhul khoiroh, saling berlomba-lomba dalam kebaikan dengan beramal jama’i, karena sejatinya kemenangan hanya bisa diraih bila ikhwah bekerja bersama-sama.

Hingga Kemenangan Itu Dapat Teraih
”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Tuhan-nya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta mengikuti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS Al Kahfi 28)

Istiqomah, adalah satu kata kunci pergerakkan ikhwah di jalan dakwah. Istiqomah pulahlah yang akan menunjukkan kekuatan dan ketahanan seorang ikhwah dalam mengemban amanah dakwah di bumiNya, medan perang para mujahid hingga Islam berkumandang diseluruh penjuru bumi. Dengan istiqomah, kemudian terseleksilah orang-orang yang taqwa.

Istiqomah harus dipandang dari berbagai aspek. Sejatinya istiqomah bermakana kokoh dan tsabat dalam perjuangan, jiddiyah, bersungguh-sungguh memperjuangankan dienullah. Istiqomah hendaklah dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan disertai dengan penanaman akhlaq dan akidah yang benar pada seorang ikhwah. Hal ini tentunya harus mendapat pengawasan yang kontinyu oleh seorang pembimbing murobbi atau murobbiyah selain pengawasan utama yang berasal dari Allah tentunya.

Ketika rosulullah masih hidup, rosulullah saw mentarbiyahi para sahabatnya sekaligus menjadi murobbi bagi para sahabat dan pengikut-pengikut setianya. Rosulullah pun mengajarkan konsep istiqomah pada para sahabat dan pengikutnya. Rosulullah menanamkan prinsip istimroriyah dalam memberikan pemahaman nilai-nilai Islam kepada para sahabatnya dengan sabar dan istiqomah. Rosulullah pulalah yang menjadi energi, spirit, dan inspirasi bagi para sahabatnya dan orang-orang sholih hingga saat ini. Maka seorang ikhwah yang jiddiyah haruslah ittiba’ (mengikuti) pola hidup rosulullah dengan mengamalkan sunnah beliau dan meniru metode dakwah beliau

Seorang ikhwah hendaklah memiliki kepribadian yang tangguh agar ia mampu mengusung kemenangan, dan kepribadian tersebut juga harus dibarengi dengan keshalihan pribadi dan akhlaq mulia. Hal ini hanya dapat teraih bila sang pejuang istiqomah memegang teguh nilai-nilai agama, dan hendaklah ia istiqomah dalam hidayah, istiqomah dalam keimanan dan ketakwaan, istiqomah dalam keikhlasan, istiqomah dalam beribadah, istiqomah dalam jihad fi sabilillah, dan istiqomah dalam kesabaran. Istiqomah harus juga dibarengi dengan kedisiplinan serta tanggung jawab yang besar kepada Allah. Dengan hal ini, insyaAllah kita bisa meraih kemenangan tersebut. Seperti yang telah dijanjikan Allah Rosul dan umatnya dalam Al Qur’an surat Ash Shaffat : 171-173.

”Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rosul. (Yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang”

Pelayan Yang Setia
Jika seorang ikhwah mengemban sebuah amanah dakwah, ia akan berusaha memegang amanah tersebut sebaik mungkin, menjalankan tugas-tugasnya dan menjaga adab dalam jamaah. Ini tak terlepas dari kontrol tarbiyahnya. Bila ia tertarbiyah dengan baik, maka ia bisa mengemban amanah dengan baik diberbagai lini kehidupan. Layaknya sebuah gelas yang di isi air terus menerus, maka semakin banyak gelas tersebut diisi, maka air akan memenuhi gelas dan kemudian siap untuk membaginya kepada yang lain meskipun sejatinya dalam hakikat ilmu, hati dan otak manusia tidak akan pernah merasa terisi penuh dengan ilmu namun selalu merasa kurang, tetapi ia memahami bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain, maka meskipun gelas hati dan fikrinya belum terisi penuh, ia sudah siap membaginya dengan yang lain sembari tetap mengisi, memperbaiki dan menjaganya. Ia begitu memahami hakikat dirinya sebagai agen perubahan bagi kemaslahatan umat. Bukan agen suatu lembaga atau negara, namun agen Allah, sekumpulan manusia yang berusaha menjadi pasukan dan pelayan setia-Nya. Semakin baik pemahaman seorang ikhwah, maka semakin baik pula kerja dakwahnya.

Ia mampu mensinergikan cinta, kelembutan akhlaq, kekuatan ruhiyah, hati, jasad, dan fikri secara tawazun (seimbang) dalam menjalankan amanah dakwah yang berada di pundaknya baik sendiri maupun bersama-sama/berjamaah. Ia yakin Allah melihatnya, bersamanya setiap saat, dan melindunginya selama ia berada di jalan Allah. karena ia tau, Allah tidak hanya melihat bagaimana hasil kerjanya, namun juga menilai proses perjuangannya.

Allah adalah tujuannya, Al Qur’an kitabnya
Rosulullah saw qudwah hasanahnya
Jihad fi sabilillah adalah langkah hidupnya
Gugur dengan syahid adalah cita-citanya

Fastakbikhul khoirroh adalah prinsip hidupnya
Keikhlasan menjadi penopang jalannya
Amal menjadi tumpuannya
Pahala adalah imbalan yang dinantinya

3 syawal 1427 H
Robbku senantiasa bersamaku, Allahu Robbul’alamin
Robb, perkenankanlah hamba menjadi bagian orang-orang yang beruntung, berkumpul bersama-sama para nabi dan kaum yang sholih, senantiasa mengingat2Mu, Cinta kepadaMu dan terus istiqomah di jalanMu hingga akhir hayatku. Amiin...
Ketika sendiri di tinggal mudik ditemani teman sejati, Al Qur’an , in Baiti Jannati Rumahku Syurgaku ^_^
Arsip karya pribadi 28 Juli 2006, hanya milik Allah
Tulislah apa yang ada dalam fikiranmu, kamu akan meyibak tabir dan membuka cakrawala dunia ilmu
For my Brother, thank you banget ^_^

Saturday, October 21, 2006

Selamat Hari Raya Idul Fithri, saudaraku ^_^












Indahnya Islam saling berkasih sayang
Tak mengenal kasta, bangsa, dan warna kulit
Hidayah itu datang

Indahnya Islam syamil nan sempurna
Lembut penuh makna
Sejuk dan menentramkan


Taqobalallahu Minna Wa Minkum
Selamat Hari Raya Idul Fithri 1 Syawal 1427 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin


Wednesday, October 04, 2006

Sujudku II



Pernahah merasakan cinta pada Allah?
Hingga benar-benar takut kehilangan-Nya,
Takut dan khawatir bila Dia tak mempedulikanmu
Takut dan penuh harap, hingga air matamu selalu menetes bila mengingat-Nya
Matamu senantiasa sembab dipertengahan sujud malam lailmu
Hingga membekas di pagi harinya, hanya lantaran kau takut kehilangan-Nya
Takut bila suatu saat kau jatuh karena kesalahanmu sendiri,
lantas kau sulit untuk bangkit kembali
----
Saat kau jatuh, Ia kembali membimbingmu dengan penuh kasih
Ia kuatkan dan kokohkan kembali pijakkan kakimu setelah engkau terjatuh
Ia sembuhkan luka-lukamu
Ia gugurkan dosa-dosamu
Ia ampuni segala salah dan khilafmu
Ia bersihkan hatimu dan hidupmu
Ia tenangkan jiwamu
Ia kuatkan hatimu dan azzammu
----

Lihatlah, dengan hati dan jiwamu
Apakah ada hal yang paling indah selain cinta dan khouf penuh harap kepada-Nya?
Adakah yang terindah selain membayangkan bila nanti kau bisa menatap wajah agung-Nya
Sungguh... hanya Allah - lah Yang Maha Indah...
Tak terbayangkan, bagaimana keindahan wajah-Nya
Karena tidak ada yang bisa dibayangkan menyerupai Dia
Dia Yang Maha Indah dan menyukai keindahan
Dia misteri, yang hanya teruntuk bagi para penghuni syurga
Dia Maha Indah, Maha Sempurna, tanpa kekurangan dan kecacatan
-----
Maka, apakah yang menghalangimu jatuh cinta pada-Nya?
Apa yang menghalangimu untuk menikmati munajat dan muroqobatullah?
Padahal Dia-lah yang mengajarimu apa itu hidup
Dia mengajarimu melalui bumi, langit, beserta isinya
Dia mengajarimu melalui akal dan hati, dari dalil naqli dan aqli
Dia membimbingmu melalui mushaf Al Quran yang suci
dan hadits dari Nabi yang mulia
Dia-lah yang menunjukimu saat kau tersesat dalam gelap
Dia-lah yang senantiasa membagi kasih-Nya tanpa pamrih
Maka, nikmat Tuhan kamu manakah yang kau dustakan?
-----

Allahuakbar..... Allahuakbar...... Allah Maha Besar
Hanyutku dalam hening membayangkan pertemuan dengan-Mu...
Sedang diri masih penuh noda dan dosa
Ampunilah Ya Allah... Ya Rohman... Ya Rohiim... Ya Ghofar.... Ya Kholik...
Indahnya Engkau dan Islam, yang telah Engkau ciptakan dengan kesempurnaan
Indahnya damai dalam Islam
Lembut dan berkasih sayang dalam Islam
Ketenangan dan ketentraman dalam Islam
Kesejukan dan kehangatan dalam Islam
Islam syamil, Islam memberi solusi
Islam permata, Islam mahkota, Islam cahaya...
-----

Maha Suci Allah dari segala kecacatan,
yang memiliki segala-galanya,
yang Maha Suci dari segala sifat kekurangan,
dan sungguh Maha Suci Allah dari segala sifat kekurangan.

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dengan keridhoan-Mu jauh dari kemurkaan-Mu
Dan kami mohon perlindungan kepada-Mu dengan penyelamatan-Mu dari siksa-Mu

Ya Allah jadikanlah niat kami lurus karena-Mu
Jadikanlah cinta dan harap kami hanya bertumpu padaMu
Bimbinglah hati-hati kami agar hanya Engkau lah yang senantiasa bertahta di hati
Istiqomahkanlah kami dan perkenankanlah Egkau memilih kami
menjadi hamba-hamba Mu yang Kau sucikan
dan dengan idzin Mu, idzinkanlah kami tuk bisa menatap wajah Mu, berkumpul dengan para nabi dan orang-orang sholih, penikut-pengikut setia-Mu, hingga akhir zaman... Amiin...


Hambamu yang kecil mengemis kasih-Mu
di penghujung Romadhon syahdu

Monday, October 02, 2006

Cahaya Di Atas Cinta

Ada cinta putih di taman ilmu...
Kuncupnya baru tumbuh, dan merekah syahdu
Tersirami embun pagi nan lembut menyentuh
Kan ku jaga semampuku, hingga kuncup mekar
Mengharumi taman-taman ilmu
-----

Hatiku berdegup kencang saat pertama kali bertemu. Melihat wajah-wajah itu. Membayangkan kami akan sering bertemu dan berbagi. Ku tatap lekat-lekat wajah lembut, polos, dan lugu. Wajah-wajah penuh makna, sarat dengan kehalusan jiwa dan kecintaan terhadap Robbnya.

Merekalah bunga-bunga indah nan merekah. Merekalah mujahidah-mujahidah tarbiyah penerus perjuangan dakwah para nabi. Mereka anashirut taghyir, yang akan menjadi pejuang - pejuang setia-Nya. Mereka... mujahidah sholihah pertama di taman tarbawiyahku.

Pertemuan demi pertemuan pun berlanjut. Semakin intens setiap minggu. Menjadikan kami kian akrab dan rindu untuk bertemu. Bila waktu pertemuan itu tiba, mereka selalu menyambut dengan hangat dan bersemangat. Belum jua aku sampai di rumah Allah tempat kami mengkaji kalam-Nya, mereka telah menyambut dari jauh dengan senyum merekah bahagia, bahkan ada pula yang berteriak memanggil namaku kemudian berlari menghambur ke dekapanku.

Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun menjadi penghias tiap pertemuan kami. Kehangatan ukhuwah dan cinta karena Allah terasa sangat dalam dan sarat makna. Sulit di devinisikan dengan kata-kata, namun cukup terasa indah di hati. Ya... cinta karena Allah, Rosul, dan jihad di jalan-Nya.

Banyak hal dan pengalaman indah kami hadapi bersama. Mulai dari mengkaji ilmu-ilmu suci Islam dan sejarah para nabi. Sampai pada praktik langsung dari materi teori, games-games unik dan menyemangati, rihlah, berbagi dengan yang kurang mampu, dan kuatnya ukhuwah yang menyentuh relung-relung qolbu. Begitu banyak pengalaman indah, hingga tak bisa diurai satu persatu. Semua tersimpan dalam hati dan memori kami.

Mereka mengajariku banyak hal dan memberi berbagai pengalaman baru. Pengalaman saling berbagi. Sehingga senantiasa memotivasiku untuk menambah ilmu dan membaginya tanpa syarat apapun, yaitu sebentuk cinta yang tulus dikarenakan Allah semata dan berlandaskan ikatan aqidah. Cinta setelah cinta yang utama, cinta kepada Allah, rosul, dan jihad di jalan-Nya. Yaitu cinta kepada sesama mukmin. Cinta yang mampu memompa semangat tuk terus berjuang meraih mardhotillah.

Ya... karena mereka adalah gelas cantik pertamaku. Gelas hati, tempatku berbagi dan menuangkan ilmu yang ku peroleh dari proses tarbiyahku. Mereka yang memberi berjuta pengalaman indah dan bermakna. Merekalah madrasah tarbiyahku, setelah liqo'at tarbawiku. Merekalah bunga-bunga sholihah di taman tarbawiyah yang menjadi inspirasi baru untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Tak terasa kebersamaan kami telah menginjak usia lebih dari satu tahun. Ada yang datang, dan ada yang pergi. Sebagai petunjuk Allah memilih siapa saja yang Ia kehendaki untuk terus istiqomah di jalan-Nya.


Setahun lebih bersama Pasukan Shubuh
Palembang, tanah mujahadah tarbawiyahku
Allah Sumber Kekuatan dan Inspirasi
Allah Sumber Energi dan Cinta

Hikmah Puasa

Romadhon Sebagai Wujud Kasih Sayang Allah


Romadhon merupakan bulan penuh berkah nan penuh ampunan. Bulan ibadah, dimana di dalamnya kita dianjurkan melaksanakan qiyam dan shiam, serta memperbanyak membaca Al Qur'an, karena di bulan keutamaan ini, Allah meninggikan derajat ibadah dan mengampuni dosa-dosa.

Bulan Pahala dan Penghapus Dosa
Bulan Romadhon berarti bulan panas, karena pada bulan ke-9 dalam kalender hijriyah ini dosa-dosa dihapuskan, dibakar dengan perbuatan-perbuatan baik. Hal ini dilakukan untuk menghapus dosa-dosa masa lampau yang hanya diberikan pada umat Nabi Muhammad saw, tidak pada umat sebelumnya dan umat-umat yang lain. Seluruh umat muslim menanti kedatangan bulan penuh berkah ini karena berjuta pahala keutamaannya.

Bulan Ibadah dan Tarbiyah
Allah menyediakan satu malam yang paling istimewa dengan menghidupkan malam-malam romadhon dengan malam-malam ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Umat muslim yang khusyuk beribadah pada malam-malam bulan romadhon memahami bahwa pada bulan ini dibukakannya pintu-pintu syurga dan potensi syetan di belenggu. Sehingga bagi yang berpuasa, ia akan teringat bahwa ia sedang berpuasa pada saat dia akan melakukan suatu perbuatan dosa. Dengan puasa, potensi syetan menjadi lumpuh. Selain itu juga bisa mendidik manusia untuk mengendalikkan lisan dan perbuatan-perbuatan buruk.

Bulan Romadhon disebut juga penghulu bulan karena berlipat gandanya pahala pada bulan ini hingga tidur pun dinilai sebagai pahala. Tadarus Quran menggema ke seluruh jagat karena Al Qur'an diturunkan dalam malam lailatul qodar sebagai petunjuk manusia, sholat sunnah memiliki keutamaan pahala seperti sholat wajib, dan masjid-masjid pun dipenuhi tamu-tamu Allah serta menjadi syiar silaturrahmi. Romadhon merupakan training untuk menjadi murid Nabi Muhammad, dan Pengawasnya adalah Allah Yang Agung.

Bulan Sejarah Perkembangan Islam
Selain itu, di bulan Romadhon juga tertoreh sejarah-sejarah besar dalam perkembangan Islam yaitu dilantiknya Muhammad menjadi nabi, dan Nabi Muhammad menjadi Rosul.

Perang badar pun terjadi pada bulan romadhon. Pada perang dasyat ini pasukkan umat muslim amatlah sedikit bila dibandingkan dengan pasukan kafirin, yaitu 1 : 70 orang. Nabi tidak diperkirakan menang karena keterbatasan pasukkan dan persenjataan. Namun Allah berkehendak lain karena Nabi berdo'a memohon kepada Allah, "Ya Allah, jika kami kalah, maka siapa lagi yang akan melanjutkan Islam". Subhanallah... permohonan Nabi dikabulkan Allah dengan melimpahkan kemenangan kepada pasukan Islam. Tentara kecil Rosul pun meraih kemenangan.

Beberapa peristiwa penting lainnya yang menjadi sejarah perjalanan Islam juga terjadi di bulan romadhon, diantaranya Fathu Mekah tanpa setetes darah pun, dan penaklukan negeri-negeri Islam seperti Spanyol dan Afrika.

Bulan Sosial
Demikian Romadhon Allah ciptakan sebagai bulan terbaik dari seribu bulan, karena pada bulan ini disebarkannya kesempatan yang luas untuk berbuat baik bagi sesama dan membawa kedamaian. Keikhlasan dan ketulusan mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai rangkaian penyempurnaan ibadah, maka kita diwajibkan bershodaqoh guna mensucikan harta yang telah diperoleh. Nabi Muhammad saw mengajarkan kita saling berbagi kebahagiaan dan kegembiraan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dengan demikian, tercipta ikatan ukhuwah dan solidaritas yang kuat bagi sesama muslim yang muncul dari keimanan dan akhlaqul kharimah karena semua menjadi ibadah kepada Allah.

Bulan Menuju Sehat
Dalam Sebuah Hadits Rosulullah besabda "erpuasalah kamu niscaya kamu akan sehat". Pada bulan ini, kita juga bisa merasakan hikmah kesehatan, karena organ-organ pencernaan yang biasanya bekerja terus-menerus, diberi waktu untuk beristirahat. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada bulan romadhon, banyak rumah sakit yang sepi pasien.


Romadhon Menggema
Gaungnya terdengar
hingga ke seluruh penjuru dunia

Lafadz Al Qur'an terlantun indah
Penyejuk hati, pembasuh jiwa

Penduduk langit dan bumi
Merunduk memuji asmanya
Sambut Romadhon nan suci mulia


Dengan demikian, bulan romadhon juga disebut sebagai bulan JIHAD, maka dari itu jangan menyia-nyiakan kesempatan terbaik ini dan beribadahlah sebaik-baik mungkin karena belum tentu usia kita sampai pada romadhon selanjutnya.


Wednesday, September 20, 2006

Ketika Ikhlas Ikhwah Bersinergi dalam Dakwah I

Seorang ikhwah, wujud yang di balut daging, sama halnya dengan manusia umumnya. Bedanya, mereka adalah orang yang tertarbiyah, yang selalu berusaha untuk mentarbiyahi dirinya dan berusaha mencapai tazkiyah.

Seorang ikhwah, yang telah mengalami proses pendewasaan tarbiyah, dan banyak bergulat dengan medan dakwah serta memiliki banyak pengalaman, tentunya akan memiliki kekuatan, tidak hanya ruhaniyahnya saja, namun juga kokoh dan tsabat dalam perjuangan. Ibarat cahaya yang benderang di tengah-tengah gelapnya malam. Ia terus berusaha menerangi sekitarnya, dan membagi cahayanya pada lingkungan sekitarnya.

Seorang ikhwah pun bisa saja jatuh. Saat-saat dimana mereka beristirahat dari hiruk pikuk yang terkadang melelahkan yang tidak hanya menguras tenaga, fikiran, namun juga harta bahkan waktu luangnya bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya.

Seorang ikhwah hanyalah manusia. Ia tak luput dari kesalahan dan dosa-dosa, karena ia hanya manusia, yang punya rasa dan asa, punya emosi dan intelegensi, punya naluri dan hati. Ya, hanya manusia... yang berusaha menjaga adab. Adab terhadap Robbnya, dan adab terhadap ciptaan Robbnya, manusia dan alam beserta isinya.

Ia bisa tersenyum layaknya matahari menyambut pagi, layaknya embun menyapa semesta. Ia bisa lantang dan bersemangat saat berada di medan dakwah. Namun ia juga bisa saja marah, kesal, dan kecewa saat ada duri menusuk hati dan dirinya. Karena ia hanyalah manusia...

Namun sebagai manusia, yang sudah pernah merasakan nikmatnya iman dan cinta Allah, ia akan berusaha terus menerima dengan lapang dada dan sabar. Karena ia meyakini, bahwa sebesar apa pun duri menusuknya, maka dari sana Allah berkehendak menggugurkan dosa-dosanya. Jika Ia tertimpa suatu masalah atau pun musibah, ia meyakini bahwa sebenarnya Allah menyayanginya dan berkehendak agar ia kembali pada jalan Allah. Karena ia sadar, ia hanyalah puing kecil, yang bila Allah berkehendak, apa pun bisa terjadi padanya.

(To be Continued)


Dedicated To:
My self and my be loved sister,
semoga bisa saling memaafkan, Marhabban Ya Romadhon... Afwan wa afwan jiddan...

Ahmadinejad Balas Pidato Bush, Kebijakan AS Dikritik Habis-Habisan

ERAMUSLIM.COM

Beberapa jam setelah Presiden Bush menyampaikan pidatonya di sidang Dewan Umum PBB, Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad tampil dalam forum yang sama dan melontarkan kritik balik terhadap Bush.

Ahmdinejad dalam pidatonya mengatakan bahwa AS dan para sekutunya telah menyalahgunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PB, untuk kepentingannya sendiri. "Hak veto itu telah menjadi instrumen ancaman dan paksaan," kata Ahmadinejad.

"Jika mereka (AS) berbeda pendapat dengan sebuah bangsa atau negara, mereka membawa hal itu ke Dewan Keamanan dan mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai jaksa penuntut, hakim sekaligus eksekutornya. Apakah ini yang namanya keadilan?," kecam Ahmadinejad.

Saturday, September 02, 2006

Di Bawah Naungan Iman

Tak sepatah kata pun dapat terucap dari bibir. Hanya geram hati seakan menggelegar dan mendidihkan perasaan. Kemarahan, ya kemarahan... atau apa kata yang paling tepat untuk mengungkapkan kekejaman "bush idiot".

Memuakan, menjijikan, penjahat dunia, entah kata apa yang paling tepat untuk menyebut nama anak manusia itu. Seolah-olah menganggap dirinya "The Heroes", disangka dirinya pahlawan dunia?!? Bah!! padahal makhluk paling rendah.

Gila! Benar-benar gila. Orang Islam di Irak disamakan dengan nazi yang jelas-jelas tak beragama dan berhati nurani. Astaghfirullahal adhim... Ya Allah.... hukuman yang paling pantas diberikan kepadanya hanya Engkau yang tahu.

Ini penghinaan besar bagi umat Islam. Meskipun inti penghinaannya hanya pada orang-orang Islam garis keras dan kelompok Osamah bin Laden, tapi ini berarti penghinaan kepada seluruh kaum muslimin dunia.

Lantas, apa kita harus tetap tinggal diam melihat ke-gilaan- biang onar ini?

Pidatonya di parlement amerika serikat yang berisi "Keamanan dunia yang beradab tergantung pada kemenangan dalam perang terhadap terorisme, dan itu tergantung pada kemenangan di Irak" dan pernyataannya bahwa perang terhadap kelompok yang disebutnya sebagai Islam militan hampir sama dengan perang di masa lalu saat melawan Nazi dan Komunis, malah mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukungnya yang sama-sama gila dan idiot.
Na 'udzubillahi minzalik...

Dalam Al Qur'an surat Ash - Shaffat : 171-173 Allah berfirman :
"Dan Sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rosul. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat kemenangan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang"

Ini ketetapan Allah yang telah gariskan-Nya. Dan ini bukanlah kalimat bohong, seperti yang dituduhkan kaum kafirin kepada Rosululah saw. Allah telah menetapkan bahwa para Rosul saw dan pengikutnya pasti mendapat kemenangan.

Lantas, mengapa umat Islam masih belum beranjak dari buaian dunia? mengapa hanya sebagian kecil saja yang telah siap mengorbankan harta dan jiwanya untuk jihad fisabilillah? Apakah dunia terlalu indah sehingga melenakan? padahal Allah telah nyata-nyata menjanjikan kemenangan bagi umat Islam.

Rosulullah saw bersabda
"bahwasanya syurga itu berada di bawah kilatan pedang"

Barang siapa yang ingin menukarkan indahnya Syurga dengan fananya dunia, silahkan saja berlena-lena. Umat Islam tidak akan pernah kalah meskipun pasukan dan persenjataannya sedikit. Kami semua akan meraih kemenangan, karena kami disertai Allah Yang Maha Kuat, Perkasa, dan Mampu atas segala-galanya. Karena andalan utama kami adalah aqidah yang kokoh, bukan persenjataan, bukan pula jumlah tentara yang banyak.

"Orag-orang beriman bersama Allah, sedangkan orang-orang kafir bersama-sama manusia yang sama seperti mereka. Sama-sama kafir dan lemah. Tak punya pegangan dan tak dijanjikan kenikmatan apapun selain siksa akhirat. Jiwa-jiwa orang beriman tidak akan pernah meredup."

Maka, tunggulah kalian kaum kafirin! hingga datang ketetapan Allah. Allahuakbar!


Dedicated To :
Semua saudara-saudara seiman di seluruh belahan dunia
Hampir tiba saatnya... Jangan berlena
(Sekalian hadiah kemerdekaan to Nabila)

Monday, August 07, 2006

Warna Negeriku

Kemarin,
ketika langit masih cerah-biru
ketika sayup-sayup suara alam masih terlantun merdu
ketika alam masih tersenyum menyambut hari

Kemarin,
ketika usai sholat subuh,
kalimat-kalimat indah-Mu masih menemani khusyukku
mendamaikan qolbuku yang terhanyut syahdu dalam lembaran mushafku

Kemarin,
ketika sajadah biru masih menemaniku
membaca buku-buku kisah perjuangan Rosulullah dan para sahabat
menjadi teman setia temani pagiku

Kemarin,
ketika aku masih duduk di ruang keluarga
bercengkrama dan bercerita
sekilas tampak canda tawa mereka dalam ingatan

Kemarin,
pagi-pagi sekali
ketika ibu sibuk menyiapkan sarapan dan bekal sekolah kami
ketika ia mengucap salam sembari mengecup kening kami dengan lembut diiringi senyum ikhlasnya

Kemarin,
ketika ayah duduk di beranda rumah
sambil membaca koran harian pagi kota
sembari menikmati secangkir teh kesukaannya

Kemarin,
ketika sejuk pagi mulai menyapa
ketika aku berangkat sekolah diiringi do'a dan cinta kedua orang tua
ketika kaki melangkah menelusuri jalan kecil menuju sekolah

Kemarin,
ketika taman kota dipenuhi anak-anak Lebanon yang asyik bermain
ketika cerianya menjadi warna yg menghiasi indah negeri kami
ketika rona bahagia menjadi bagian hidup kami

Kemarin,
ketika kumandang adzan memanggil masih terdengar syahdu
ketika shaft di masjid-masjid masih dipenuhi jama'ah
ketika tiada gangguan saat kami beribadah

Kemarin,
ketika pasar dan pusat-pusat hiburan masih ramai dikunjungi
ketika damai hari kami masih terasa
ketika hiruk pikuk kota tak bergolak

Kemarin,
ktika tak ada gangguan saat kami tidur terlelap
ketika tak ada suara menggelegar di langit kota
ketika tak ada satu pun gedung-gedung dan bangunan hancur
ketika tak ada mayat di sana-sini
ketika tak ada darah mengalir sia-sia

Kemarin,
sebelum perang terjadi

Catatan kecil dari kisah anak-anak Libanon:
Ya Allah, hancurkanlah pesawat-pesawat mereka, tank-tank mereka,
amunisi mereka, kembalikanlah roket-roket mereka ke negeri mereka sendiri
berilah azab yang pedih dan balaslah dengan balasan yang setimpal
atas segala kebiadaban yahudi dan sekutunya
Allahumma Amiin...